Erupsi Merapi Masih Berlangsung

MerapiREPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA–Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pukul 00.00-06.00 WIB, Selasa (9/11), erupsi masih berlangsung meski dengan intensitas yang menurun. Awan panas dalam 6 jam terakhir terjadi sebanyak 1 kali. Namun, menurut Kepala Badan Geologi, Pusa Vulakonologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono menjelaskan, semakin bertambahnya material erupsi di sepanjan alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Merapi dan material guguran kubah serta tingginya intensitas hujan di sekitar Gunung Merapi.

“Hal itu berpotensi terjadi banjir lahar di seluruh sungai tersebut,” paparnya berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Geologi Kementerian ESDM pada Selasa (9/11).

Surono memparkan dari Ketep dilaporkan selalu terdengar suara gemuruh dengan intensitas lemah kuat. Suara gemuruh cukup kuat terdengar pada pukul 02:08 WIB disertai hembusan asap membumbung tinggi. Teramati pula sinar api dan suara guguran lava. Pada pukul 05.00 WIB teramati kolom asap setinggi 1500 m.

Dari pengamatan CCTV, tampak guguran lava mengarah ke Kali Gendol, terjadi sebanyak 2 kali dengan jarak luncur maksimum 800 m (05.58 WIB). Sampai dengan pukul 06.00 WIB Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas yang masih tinggi. Dengan kondisi tersebut, maka status aktivitas Gunung Merapi masih tetap pada tingkat Awas (level 4).

Surono mengingatkan, abu vulkanik berpotensi mengganggu jalur penerbangan dari dan ke Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Diingatkan juga agar daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dari tenggara, selatan, barat daya, barat dan barat laut tetap dikosongkan karena masih ada ancaman bahaya awan panas dan lahar dalam jarak 20 km.

Sungai-sungai yang berpotensi dilewati lahar adalah Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Sat, Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Trising dan dan Kali Apu. Masyarakat di sekitar Merapi pun diminta selalu mengikuti arahan pemerintah daerah setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi Merapi. Mereka juga diimbau untuk tidak panik dan terpengaruh isu yang beredar dengan mengatasnamakan instansi tertentu terkait aktivitas Merapi.

Posted in
BMPJKT

BMPJKT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »