Isu Badai Tropis Akan Landa Jakarta Bohong!

Suci Dian Firani – detikNews
Sabtu, 07/01/2012 12:33 WIB
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa isu badai tropis, sekelas badai Katrina yang akan melanda Jakarta bohong. Masyarakat diminta jangan panik, karena Indonesia, khususnya Jakarta tidak masuk dalam titik berkembangnya badai tropis.

“Tidak akan ada badai tropis di Jakarta. Wilayah Jakarta dan sebagian besar di Indonesia tidak akan pernah dilalui badai tropis,” jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers, Sabtu (7/1/2012).

Sutopo menjelaskan badai tropis merupakan pusaran angin tertutup pada suatu wilayah bertekanan udara rendah. Kekuatan angin yang terjadi pada badai tropis dapat mencapai kecepatan lebih dari 128 km/jam dengan jangkauan lebih dari 200 Km dan berlangsung selama beberapa hari hingga lebih dari satu minggu.

Menurut Sutopo juga, ada 7 wilayah perairan utama tempat tumbuh kembangnya badai tropis, yaitu:

1) Barat Laut Samudera Pasifik, yang merupakan daerah paling aktif, sepertiga dari seluruh peristiwa badai tropis dunia terjadi di wilayah ini. Badai ini berpengaruh pada daerah Jepang, Filipina, China dan Taiwan.

2) Timur Laut Samudera Pasifik sebagai daerah paling aktif kedua yakni sepertiga dari seluruh kejadian badai tropis dunia terjadi di wilayah ini. Berpengaruh pada wilayah barat Meksiko, Hawaii dan terkadang sampai di semenanjung California.

3) Barat Daya Samudera Pasifik yang berpengaruh pada wilayah Australia dan Oceania.

4) Utara Samudera Hindia yang berpengaruh pada wilayah di India, Bangladesh, Srilangka, Thailand, Burma dan Pakistan.

5) Tengggara Samudera Hindia, berpengaruh pada dekat perairan Indonesia (laut Timor) dan Australia.

6) Timur Laut Samudera Hindia, yang berpengaruh pada wilayah di Madagaskar, Mozambique, Mauritius dan Kenya.

7) Utara Samudera Atlantik, berpengaruh pada Amerika Serikat, Meksiko, Canada serta negara-negara Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia. Katrina ada di wilayah ini.

“Jakarta umumnya hanya terkena imbas atau ekor dari badai tropis yang terdapat di Samudera Hindia. Banjir Jakarta pada tahun 2002 dan 2007, terjadi hujan secara terus-menerus selama 3-5 hari dengan intensitas tinggi dan tebal hujan melebihi normalnya. Hujan tersebut dipengaruhi oleh ada badai tropis dan tekanan rendah di sebelah barat daya dari Pulau Jawa yang berada di Samudera Hindia,” urai Sutopo.

(ndr/aan)

Posted in ,
BMPJKT

BMPJKT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »